2 Mei 2009

Koran Digital Justru Gairahkan Budaya Baca

Naskah koran diterbitkan di internet adalah hal yang sudah biasa pada saat ini. Namun, menyaksikan koran dalam tampilan cetaknya di dunia maya secara utuh halaman per halaman adalah hal baru. Inilah yang disebut koran digital (e-paper).

Sejumlah koran nasional sudah mendigitalisasi koran cetak mereka termasuk Kompas. Pertanyaan kemudian timbul, apakah koran "gaya baru" ini akan mematikan koran cetak seiring kian maraknya pengakses internet di Indonesia ? Jawabnya ternyata tidak.Setidaknya itulah yang ditegaskan Chief Executive Serious Group, John Fong asal Malaysia. Serious Group adalah pemilik jasa layanan pembuat koran digital terkemuka berlabel Softpress. Kelompok ini pula yang menangani koran digital milik Kompas.

Menurut John, hadirnya koran digital justru menggairahkan budaya baca. Koran jenis baru ini akan menjadi mitra strategis untuk mengembangkan koran cetak sehingga tidak ditinggalkan pembacanya. "E-paper tidak bisa dilawankan dengan hadirnya televisi pada 1990an. Karena televisi mengembangkan budaya menonton, sedangkan e-paper sama-sama mengembangkan budaya membaca seperti di cetak," kata John saat bertandang ke redaksi Kompas.com, Rabu (29/4).

Secara gamblang, John membeberkan "rahasia bisnis" di balik masa depan koran digital yang akan menjadi lahan baru bagi koran cetak mengembangkan diri. Menurutnya, koran digital sangat memanjakan pembaca dan pemasang iklan. Tampilannya sama persis dengan versi cetak, minus yang dapat ditimbulkan oleh mesin cetak. Pada edisi digital, pembaca bisa menikmati halaman demi halaman koran itu. Dengan satu klik, artikel--dengan naskah yang terlalu kecil ukuran bisa dibaca dengan mudah di jendela, lengkap dengan foto ataupun infografis yang menjadi ciri utamanya. Artikel pun bisa dicetak semudah mengklik tombol Print tanpa perlu mencetak semua halaman.

Pembaca juga bisa memasuki halaman yang diinginkan, galeri foto, iklan, teks bergerak yang membuatnya terhubung ke situs berita, sampai fasilitas mesin pencari. Bagi koran digital bikinan Softpress juga dilengkapi fasilitas "dot density report" di mana kita bisa mengetahui jumlah pengeklik berita sekaligus berita paling populer.

Bagi pemasang iklan akan dimanjakan lantaran iklan bisa diklik dan ditampilkan pada halaman tersendiri. Sedangkan bagi pemilik koran digital, mereka bisa mensinergikan pemasang iklan di cetak dengan di digital. "Misalnya, pemasang iklan dicetak diberi bonus iklan dalam bentuk video di e-papar dengan sedikit tambahan harga. Saya kira pemasang iklan akan menilai ini tawaran menarik," kata John.

Optimisme John juga didasarkan fakta bahwa koran digital berpeluang terbaca oleh pengakses dari banyak negara. Sebagai gambaran, menurut John, koran digital Kompas saat ini terbaca di 108 negara di dunia.
Selengkapnya...

21 April 2009

Kuliah Tidak Perlu Datang ke Universitas, Sekarang Bisa Lewat Youtube


Sebuah channel EDU di YouTube dikembangkan. Saat ini, lebih dari 100 perguruan tinggi termasuk Stanford, MIT, Harvard, Yale dan UC Berkeley sudah mulai menghadirkan kuliahnya di sana. Sebagian besar di antaranya bekerjasama untuk menyediakan informasi spesifik mengenai sekolah seperti tour kampus secara virtual dan materi promosi lainnya.

Meski baru sampai tahapan tersebut, hadirnya channel itu juga membuka peluang bahwa sudah waktunya universitas mulai menawarkan kopi digital dari kuliahnya secara online. Jadi, mereka yang tidak memiliki uang untuk membayar kuliahpun bisa mendapatkan pendidikan.“Terdapat keinginan besar pada warga masyarakat dari seluruh dunia untuk meningkatkan kualitas dirinya, salah satunya adalah untuk mempelajari hal-hal yang tidak mungkin mereka pelajari atau belum sempat mereka ketahui,” kata Obadiah Greenberg, Strategic Partnership Manager, YouTube seperti VIVAnews kutip dari TGDaily, 13 April 2009.

Menurut Greenberg, tren kuliah online ini sudah mulai berkembang. Berhubung biaya untuk masuk menjalani kuliah secara fisik sering tak terjangkau, beberapa bahkan mencapai 100 ribu dolar AS untuk empat tahun, universitas seperti MIT telah meluncurkan program OpenCourseWare untuk menghadirkan sebagian besar perkuliahan mereka secara online dan cuma-cuma. Saat ini ide tersebut sudah menyebar luas, dari MIT kini hadir ke YouTube.

Sebagian besar universitas mungkin belum siap untuk membuka pintu kelas mereka ke internet karena berbagai hal, salah satunya adalah finansial. Tetapi, kenyataan bahwa era informasi telah mengubah dunia, dalam waktu dekat, kampus-kampus terpaksa perlu melakukan hal itu. Kini teknologi yang tidak terbayangkan 10 tahun lalu seperti infrastruktur untuk mengalirkan video perkuliahan langsung ke setiap rumah di seluruh dunia sudah tersedia. Dan sekali video kuliah tersebut direkam, maka video tersebut akan tersedia selama-lamanya. (vivanews)

Mau mulai kuliah? Silakan pilih kampusnya di sini.
Selengkapnya...

Telkom Tawarkan Migrasi paket Speedy Lama ke Baru via Web


Bagi penguna internet Broadband, Speedy baru saja meluncurkan 7 paket internet baru. Untuk penguna lama yang ingin mengubah atau migrasi dari paket lama ke paket baru dapat melakukan perubahan paket via web telkomspeedy.com atau melalui counter / kantorTelkomPlaza terdekat.

Informasi kesalahan pada konfirmasi ganti paket Speedy, belum diperbaiki oleh Speedy
Bila anda penguna internet Speedy dan ingin melakukan migrasi ke 7 paket baru. Sebenarnya lebih mudah melakukan perubahan langsung via internet. User Speedy cukup memasukan nomor Speedy dan password. Dan mengisi formulir migrasi yang dibutuhkan. Setelah penguna Speedy melakukan apply, akan dikirimkan link untuk persetujuan konfirmasi dari Telkom Speedy.
Tetapi ada kesalahan letak code dari PHP di konfirmasi Speedy bila dilakukan via Web. Bila anda melakukan perubahan migrasi paket via Web, coba perhatikan informasi yang ada dibawah ini (14 Apr 09)
Code yang diterima via email memberikan link dibawah ini :

http://workflow.telkomspeedy.com/ serv_migration/form_confirmation..php?id= xxxxx
Perhatikan pada huruf dekat ..php. Karena terdapat 2 titik, buang salah salah satu titik menjadi .php
Dan kembali masuk ke link yang telah diupdate. kemungkinan pihak Admin salah menempatkan code konfirmasi tersebut.

Untuk memudahkan migrasi, disarankan penguna Speedy melakukan konfirmasi via 147

Kedepannya, perubahan pilihan paket internet Speedy nantinya dapat diubah sesuai kebutuhan pemakai melalui web. Tetapi dibatasi satu kali untuk setiap bulannya dari setiap migrasi paket yang ada

Tentang perubahan paket baru dari Speedy dapat dilihat disini
Selengkapnya...

About Me

Foto Saya
Farman
Anda tidak punya pilihan... agar berhasil, sudahi mimpi anda dan mulai bertindak agar bisnis menjadi besar. Bukan nanti, sekarang lah saatnya SERIUSi bisnis internet lebih dalam lagi!
Lihat profil lengkapku

Your Comment


ShoutMix chat widget

Followers

 

Copyright © 2009 by Asian Cyber Center